Total Tayangan Laman

Sabtu, 03 Maret 2012

Artikel Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skills Education)


  • Sumber : http://edukasi.kompas.com/read/2012/02/09/16261636/Mengimplementasikan.Budaya.Kepemimpinan.di.Sekolah


Mengimplementasikan Budaya Kepemimpinan di Sekolah

| Inggried Dwi Wedhaswary | Kamis, 9 Februari 2012 | 16:26 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Sekolah Dasar Standar Nasional (SDSN) 12 Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, yang menjadi sekolah negeri pertama berbasis karakter kepemimpinan di Indonesia, menggelar pelatihan Implementasi Budaya I. Pelatihan yang digelar beberapa hari lalu ini, diikuti oleh para guru, komite sekolah, serta staf administrasi SDSN 12 Benhil.

Implementasi Budaya I merupakan bagian dari penerapan program The Leader in Me, setelah sebelumnya ada Vision Day dan pelatihan The 7 Habits of Highly Effective Educators oleh Dunamis Foundation. Direktur Dunamis Foundation Andiral Purnomo mengatakan, The Leader in Me merupakan program membangun karakter anak didik sejak dini melalui pengembangan karakter kepemimpinan pendidikan  dengan pembentukan budaya sekolah.

Proses implementasi diawali dengan pembentukan budaya kepemimpinan di sekolah yang meliputi tiga tahapan yaitu Vision Day, Pelatihan The 7 Habits of Highly Effective Educators, dan Pelatihan Implementasi Budaya Level 1. Fase ke-2 dalam tahap implementasi adalah aplikasi penggunaan alat bantu untuk penerapan budaya kepemimpinan di sekolah dan ditunjang dengan pelatihan Implementasi Budaya Level 2. Sementara itu, fase ke-3 implementasi adalah memaksimalkan hasil dari penerapan budaya kepemimpinan.

“Tujuan dari pelatihan implementasi budaya level 1 adalah untuk mempersiapkan guru dan manajemen sekolah untuk mengimplementasikan budaya kepemimpinan di SDSN 12 Benhil,” tambah Andiral.

Pelatihan implementasi budaya level 1 The Leader in Me di SDSN 12 Benhil difasilitasi langsung oleh Andiral  dan membahas mengenai enam pilar pendukung penerapan The Leader in Me yang menggunakan pendekatan menyeluruh termasuk dengan pemberian keteladanan (modeling),  lingkungan sekolah yang mendukung (environment: lihat-dengar-rasa), materi ajar (curriculum),  cara penyampaian (instruction),  hingga  system (systems), dan tradisi kepemimpinan (traditions) yang diselaraskan dengan visi dan misi sekolah bersangkutan.

Program The Leader in Me menggunakan pendekatan menyeluruh (whole-school approach). Pendekatan ini tidak hanya memberikan kesempatan kepada siswa, melainkan juga kepada  guru, manajemen sekolah hingga  orang tua murid untuk memiliki karakter kepemimpinan melalui  prinsip universal  7 Habits. Program The Leader in Me sendiri diadopsi dari prinsip The 7 Habits of Highly Effective People karya DR. Stephen R. Covey yang telah disesuaikan penerapannya untuk lingkungan sekolah.

Para siswa SDSN 12 Benhil pun diharapkan dapat belajar bagaimana menerapkan The 7 Habits dalam kegiatan mereka sehari-hari, baik dalam pelajaran dan perilaku sehari-hari. Program diberikan kepada anak didik melalui transfer knowledge dari para pendidik, baik melalui materi ajar kurikulum, juga melalui teladan seluruh guru dan komponen sekolah, hingga praktek-praktek kepemimpinan di dalam dan luar kelas.




  • Tanggapan :
Pada artikel tersebut berisi tentang bagiamana jiwa kepemimpinan itu dapat dipelajari/dilatih, bukan hanya untuk peserta didik tapi juga untuk guru, manajemen sekolah dan orang tua murid. Diharapkan setelah pelatihan kepemimpinan itu siswa dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam pelajaran di sekolah maupun dalam tingkah laku mereka sehari-hari.
Itu semua dapat dikaitkan dengan pendidikan kecakapan hidup (life skills education). Dimana life skill tersebut mengandung pengertian sebagai suatu kepandaian, kemahiran, kesanggupan atau kemampuan yang ada pada diri seseorang untuk menempuh perjalanan hidup atau untuk menjalani kehidupan, mulai dari kanak-kanak sampai dengan akhir hayat. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan dilakukannya pelatihan kepemimpinan untuk mewujudkan jiwa seorang pemimpin kepada siswa SD, guru, manajemen sekolah  dan orang tua murid.
Seperti yang kita ketahui bahwa pada dasarnya pendidikan kecakapan hidup adalah pendidikan yang memberikan bekal dasar dan latihan yang dilakukan secara benar kepada peserta didik tentang nilai-nilai kehidupan sehari-hari agar yang bersangkutan mampu, sanggup dan terampil menjalankan kehidupannya yaitu dapat menjaga kelangsungan hidup dan perkembangannya. Sehingga apabila disangkutkan dengan artikel ini, dapat dijelaskan bahwa pelatihan kepemimpinan yang dilakukan itu merupakan pendidikan yang memberikan bekal dasar dan latihan yang dilakukan secara benar kepada peserta didik agar dapat menjaga keberlangsungan hidup dan perkembangannya serta jiwa kepemimpinan yang sudah dipelajari oleh  peserta didik itu untuk menjadi bekal dalam menjalani kehidupannya. Karena jiwa kepemimpinan itu merupakan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki oleh seseorang untuk menjalankan kehidupan yang lebih baik dan dapat menjadi dasar dalam menjalankan hidup sebagai seorang pemimpin, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Jiwa kepemimpinan itu sangatlah penting dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat.







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar