Total Tayangan Laman

Minggu, 11 Maret 2012

PAKEM


STRATEGI PEMBELAJARAN
RENCANA PEAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)






Disusun oleh  :
Nama         : Noviasih
NIM           : 292010089
Kelas         : RS10C     



PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
2012



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan pendidikan                   : SD N 
Mata Pelajaran                        : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Kelas / Semester                     : VI / 1
Materi Pokok                          : Perubahan pada benda
Alokasi Waktu                        : 2x Pertemuan (4 x 35 menit)
Standar Kompetensi                : 5.  Memahami faktor-faktor penyebab perubahan benda.
Kompetensi Dasar                  : 5.1      Menjelaskan faktor-faktor penyebab perubahan benda (pelapukan, perkaratan dan pembusukan) melalui pengamatan.
Indikator                            : 5.1.1   Menyebutkan macam-macam perubahan benda (pelapukan, perkaratan dan pembusukan) dan faktor-faktor yang dapat menyebabkannya.


I.               TUJUAN                    
1.    Setelah berdiskusi dan melakukan percobaan siswa dapat menjelaskan berbagai kondisi yang dapat menyebabkan perubahan benda dan menunjukkan cara menghambatnya dengan benar.
2.    Setelah berdiskusi dan melakukan percobaan siswa dapat menggolongkan perubahan benda berdasarkan faktor yang mempengaruhinya dengan benar.
II.               STRATEGI PEMBELAJARAN :
a.       Pendekatan                      : Keterampilan proses
b.  Metode Pembelajar     : Ceramah, tanya jawab, pengamatan (percobaan), diskusi, penugasan.
c.       Model Pembelajaran         : Cooperatif Learning
III.               MATERI PEMBELAJARAN

Perubahan pada Benda

A.      Beberapa Bentuk Perubahan pada Benda
            Semua benda yang ada di alam ini sebenarnya mengalami perubahan. Sebuah rumah yang dahulu tampak megah, beberapa tahun kemudian mulai timbul retak-retak bahkan ada bagian-bagiannya yang hancur. Sebuah patung yang berdiri dengan kokoh, suatu saat akan mengalami keropos. Demikian sebagian perubahan yang terjadi di sekitar kita.
Ada tiga bentuk perubahan yang sering kita lihat, yaitu pelapukan perkaratan, dan pembusukan. Masing-masing bentuk perubahan tersebut bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Perubahan dapat disebabkan oleh makhluk hidup, bisa juga disebabkan oleh makhluk tak hidup.
1.      Pelapukan
Batu merupakan benda yang mengalami pelapukan. Batu dikatakan mengalami pelapukan bila hancur menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Batu yang semula tampak utuh, setelah mengalami pelapukan akan pecah menjadi batu-batuan yang lebih kecil. Bentuknya pun kadang berubah menjadi bergerigi, runcing, atau bahkan bagaiakan lembaran-lembaran tipis.
a.      Palapukan biologi
Pelapukan biologi bisa terjadi bila batuan ditumbuhi oleh pohon atau lumut. Pohon dan lumut bisa hidup pada batuan, karena di situ ada sedikit tanah dan air. Setelah berlangsung beberapa lama, pohon bertambah besar. Akar-akarnya mencengkeram makin kuat sehingga mampu memecahkan batuan.
Kayu mengalami pelapukan karena dimakan rayap. Rayap sebenarnya hidup di dalam tanah. Rayap bisa juga hidup pada kayu dan batang pohon. Untuk membuat lubang atau sarangnya, rayap mengangkut tanah sedikit demi sedikit. Mula-mula ukurannya kecil, tetapi lama-kelamaan bisa menjadi besar dan merusak kayu atau batang pohon.
Perhatikan juga tembok pagar yang ditumbuhi tanaman merambat. Pada mulanya sebelum ditumbuhi tanaman, tembok itu halus. Namun, lama-kelamaan tembok menjadi tidak halus lagi. Di bawah tanaman tersebut timbul lubang-lubang bekas akar tanaman itu melekat. Semua kejadian di atas menunjukkan bahwa peristiwa pelapukan biologi disebabkan oleh makhluk hidup, seperti pohon, lumut dan rayap.
b.      Pelapukan fisika
Pelapukan fisika dapat disebabkan oleh faktor-faktor alam, seperti angin atau air. Angin yang bertiup sepanjang siang dan malam hari dapat memindahkan batuan sedikit demi sedikit. Sementara itu, angin yang bertiup kencang di daerah pegunungan dapat menggelindingkan batuan dari puncak gunung ke dasar jurang. Selama perpindahan tempat itulah batuan bergesekan dengan tanah atau batuan lain sehingga mengalami pelapukan.
Pada siang hari, air dan batu mendapat panas dari sinar matahari. Akibatnya, batu menjadi mengembang atau ukurannya sedikit bertambah besar. Namun, pada malam hari air dan batu berubah menjadi dingin sehingga menyusut atau ukurannya sedikit mengecil. Perubahan silih berganti antara mengembang dan menyusut dalam waktu yang lama dapat menyebabkan batuan pecah (lapuk).
Beberapa upaya dilakukan manusia untuk mencegah pelapukan, misalnya merendam kayu yang akan digunakan sebagai bahan bangunan selama berbulan-bulan. Bisa juga dengan melapisi kayu dengan cat atau bahan anti rayap.

2.      Perkaratan
Logam, terutama besi dan baja, akan berkarat bila bereaksi dengan air dan udara. Berarti, air dan udara dapat mengubah keadaan logam. Sepotong kawat yang terkena hujan atau embun, lama-kelamaan akan berkarat. Demikian pula atap rumah yang terbuat dari lembaran seng. Lama-kelamaan atap itu berkarat dan bahkan bisa timbul kebocoran di mana-mana. Kawat yang dibiarkan tergeletak di halaman sekolah atau di kebun juga berkarat. Kawat, seng, dan kaleng merupakan benda-benda yang terbuat dari logam dan mudah berkarat. Perkaratan dapat dicegah dengan cara melapisi logam dengan cat khusus.
3.      Pembusukan
Pembusukan adalah bentuk perubahan benda karena adanya pertumbuhan dan aktivitas jamur atau bakteri. Pembusukan terjadi pada bahan makanan, antara lain nasi, ikan, buah-buahan, dan sayuran. Bahan-bahan ini mudah membusuk bila dibiarkan di tempat terbuka. Bahan makanan mengalami pembusukan oleh jamur dan bakteri. Jamur dan bakteri dapat kita lihat pada roti atau biskuit yang disimpan di udara terbuka selama beberapa hari. Jamur dan bakteri terdapat pada tempat yang lembab, misalnya pada nasi yang sedikit berair dan pakaian yang agak basah.
Jamur dan bakteri juga berkembang pada makanan yang sudah kedaluwarsa. Jamur dan bakteri yang tumbuh pada makanan sangat berbahaya karena dapat menimbulkan keracunan makanan. Keracunan makanan antara lain ditandai dengan kepala pusing, mual-mual dan muntah-muntah.
Karena berbahaya, maka jamur dan bakteri harus dihambat perkembangannya pada makanan. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan misalnya menyimpan makanan dalam kulkas, memanaskan, dan mengeringkan makanan. Menyimpan makanan dalam kulkas berarti menghambat pertumbuhan dan aktivitas jamur atau bakteri yang merusak makanan. Mengeringkan makanan juga dapat menghambat pertumbuhan jamur. Seperti jamur mudah tumbuh pada lingkungan yang lembab dan sulit berkembang pada lingkungan yang kering.
Memanaskan makanan bertujuan untuk membunuh jamur yang terdapat pada makanan. Memanaskan makanan bisa dilakukan dengan menggoreng, merebus, atau membakarnya. Hal ini efektif untuk membunuh jamur karena jamur tidak dapat bertahan hidup pada suhu yang tinggi. Selain itu, pemberian bahan pengawet juga bertujuan untuk menghambat pertumbuhan jamur atau menghambat pembusukan. Bahan pengawet yang biasa digunakan adalah garam dapur dan gula. Garam dapur biasanya ditaburkan pada ikan atau daging yang masih segar. Gula digunakan ketika mengolah makanan seperti manisan atau dendeng.

IV.               LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
@  Pertemuan I
A.      Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
1.    Menyiapkan secara fisik dan psikis
v  Salah satu siswa dimohon menyiapkan teman-temannya untuk diajak berdoa bersama menurut agama dan kepercayaan masing-masing.
v  Guru melakukan persensi siswa.
2.    Mengajukan pertanyaan-pertanyaan appersepsi
v  Siswa diberikan apersepsi dengan bertanya
“Siapa yang pernah melihat hewan rayap ?”
v  Guru menjelaskan kepada siswa materi yang akan dipelajari hari ini.

B.     Kegiatan Inti (45 menit)
1.      Eksplorasi
a.       Melibatkan siswa mencari informasi tentang topik/tema secara luas.
·      Guru menunjukkan sebatang kayu yang sudah lapuk, lalu bertanya kepada siswa “apa yang terjadi pada kayu tersebut ?” dan “mengapa keadaan kayu tersebut seperti itu ?”
·      Siswa diminta berdiskusi dengan teman sebangku dan menjelaskan apa yang terjadi pada kayu.
b.      Menggunakan berbagai pendekatan, media dan sumber.
·      Bersama teman sebangku, siswa diminta untuk memperhatikan gambar yang berkaitan dengan pelapukan (gambar batu yang mengalami pelapukan), lalu diadakan tanya jawab tentang gambar. Misalnya, apa yang terjadi pada batu yang ada di gambar, apa yang menyebabkan batu mengalami pelapukan, dll
c.    Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik serta  antar peserta didik dengan guru, lingkungan dan sumber belajar lainnya.
·      Guru meminta setiap kelompok pasangan menyebutkan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan pelapukan.
d.      Melibatkan siswa secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
·      Siswa diberikan kesempatan untuk memberikan pendapatnya terhadap materi yang didiskusikan dan mengajukan pertanyaan tentang materi yang kurang dipahami.

2.      Elaborasi
a.       Membiasakan siswa membaca dan menulis yang beragam.
·      Siswa diminta menuliskan faktor-faktor penyebab pelapukan.
b.      Memfasilitasi siswa melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain.
·      Guru membagi kelas kedalam kelompok–kelompok kecil yang berjumlah 4-5 anggota.
·      Tempat duduk diatur berkelompok agar siswa lebih leluasa dalam berdiskusi dengan kelompoknya serta tercipta suasana yang menyenangkan dan tidak kaku.
·      Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan kelompok.
c.       Memberi kesempatan berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah.
·      Bersama kelompok, siswa diminta berdiskusi tentang jenis-jenis pelapukan dan cara untuk mencegah pelapukan.
d.      Memfasilitasi siswa dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif.
·      Siswa diminta untuk selalu bekerjasama antar sesama anggota kelompok dalam berdiskusi sesuai dengan tugas yang diberikan.
e.       Memfasilitasi siswa berkompetisi secara sehat.
·      Siswa diminta untuk bersifat sportif, tidak mengganggu kelompok lain saat berdiskusi dan pengerjaan tugas.
·      Bersama kelompok siswa diminta untuk adu pendapat dengan kelompok lain mengenai masalah yang didiskusikan tanpa saling menjatuhkan.
f.       Memfasilitasi siswa menyajikan hasil kerja secara individu/kelompok.
·      Setiap kelompok diminta untuk menuliskan hasil diskusi kelompok dan hasil adu pendapat dengan kelompok lain pada selembar kertas.
g.      Memfasilitasi siswa membuat laporan eksplorasi baik individu/kelompok.
·      Siswa diminta membuat laporan mengenai jenis-jenis pelapukan dan cara mencegah pelapukan berdasarkan diskusi kelompok dan berdasarkan adu pendapat dengan kelompok lain yang telah dilakukan.
h.      Memfasilitasi siswa melakukan kegiatan yang menimbulkan kebahagiaan dan percaya diri.
·      Guru memberi motivasi kepada siswa agar bangga dan selalu percaya diri akan kemampuan yang dimilikinya.
·      Guru memotivasi siswa untuk selalu percaya diri dan berani dalam mengutarakan pendapatnya.

3.      Konfirmasi
a.   Guru memberikan umpan balik dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, hadiah atas keberhasilan siswa.
·      Guru memberikan ucapan selamat kepada kelompok yang hasil diskusi kelompoknya paling benar dan kelompok yang paling berani dalam mengutarakan pendapatnya dalam adu pendapat dengan kelompok lain, serta memberikan semangat kepada kelompok lain yang hasil diskusi dan keberanian dalam mengutarakan pendapatnya kurang maksimal.
b.      Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi.
·      Guru dan siswa bersama-sama menegaskan dan menyimpulkan tentang faktor-faktor penyebab pelapukan, jenis-jenis pelapukan dan cara mencegah pelapukan.
c.  Memfasilitasi siswa melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang dilakukan.
·      Guru memberikan pertanyaan kepada siswa, mengapa kelompok...hasilnya baik dan kelompok...hasilnya kurang baik. Lalu siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan penyebabnya, sehingga kelompok yang hasilnya kurang baik dapat memperbaiki kekurangannya pada pembelajaran yang berikutnya.
·      Siswa diminta memberi pendapat tentang proses pembelajaran yang telah dilakukan. Apa sajakah kekurangan dari pembelajaran tersebut sehingga guru dapat memperbaiki proses pembelajaran agar lebih baik lagi.
d.     Memfasilitasi siswa memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar.
·      Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami tentang proses pelapukan pada benda.
·      Guru membantu persoalan/kesulitan yang dihadapi siswa terutama tentang proses pelapukan pada benda.
·      Siswa diberi motivasi agar tidak pasif, percaya diri dan berani dalam mengutarakan pendapatnya pada saat kegiatan belajar mengajar.

C.     Kegiatan Penutup (15 menit)
1.      Bersama – sama dengan siswa / sendiri membuat rangkuman
v  Guru bersama – sama dengan siswa membuat rangkuman tentang faktor-faktor penyebab pelapukan, jenis-jenis pelapukan dan cara mencegah pelapukan.
2.      Melakukan penilaian atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan
v  Siswa mengerjakan soal evaluasi.
3.      Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
v Guru menganalisis hasil evaluasi sebagai umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran.
4.      Merencanakan tindak lanjut dalam kegiatan remidi, perbaikan, pengayaan, memberikan tugas individu / sesuai hasil belajar siswa
v  Bagi siswa yang belum mencapai KKM wajib mengikuti perbaikan, sedangkan bagi siswa yang sudah mencapai KKM mengerjakan pengayaan.
v  Guru menginformasikan bahwa materi pelajaran pada minggu depan adalah Perkaratan dan Pembusukan.
v  Siswa diminta untuk mengerjakan soal-soal latihan dan melakukan percobaan di rumah yang berhubungan dengan perkaratan dan pembusukan berdasarkan Lembar Kerja Siswa yang diberikan oleh guru.
v  Guru menginformasikan alat-alat yang digunakan untuk melakukan percobaan, seperti :
-          Paku yang masih baru
-          3 Gelas akua
-          2 Roti tawar
-          Air
v  Siswa diminta membawa hasil percobaan itu ke sekolah pada proses pembelajaran minggu depan.

@ Pertemuan II
A.      Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
1.      Menyiapkan secara fisik dan psikis
v  Salah satu siswa dimohon menyiapkan teman-temannya untuk diajak berdoa bersama menurut agama dan kepercayaan masing-masing.
v  Guru melakukan persensi siswa.
2.      Mengajukan pertanyaan-pertanyaan appersepsi.
v  Siswa diberikan apersepsi dengan bertanya
“Bagaimana hasil percobaan yang sudah kalian lakukan di rumah ?”
v  Guru menjelaskan kepada siswa materi yang akan dipelajari hari ini.
v  Guru mengulang kembali materi pelajaran minggu lalu dengan mengajukan beberapa pertanyaan, seperti “Faktor-faktor pelapukan itu apa saja ?”, “Bagaimana cara mencegah pelapukan ?”.

B.       Kegiatan Inti (45 menit)
1.      Eksplorasi
a.       Melibatkan siswa mencari informasi tentang topik/tema secara luas.
·      Guru berkeliling dan memeriksa hasil percobaan siswa, lalu bertanya kepada siswa “Apakah terjadi perubahan pada paku dan roti ?”.
·      Siswa diminta berdiskusi dengan teman sebangku dan menjelaskan apa yang terjadi pada paku dan roti.
·      Siswa diminta menuliskan kesimpulan dari hasil percobaan yang telah dilakukan.
b.      Menggunakan berbagai pendekatan, media dan sumber.
·    Bersama teman sebangku, siswa diminta untuk memperhatikan berberapa gambar yang berkaitan dengan perkaratan dan pembusukan, lalu diadakan tanya jawab tentang gambar. “Dari gambar-gambar tersebut, mana yang merupakan proses perkaratan dan mana yang termasuk pembusukan ?”.
c.    Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik serta  antar peserta didik dengan guru, lingkungan dan sumber belajar lainnya.
·      Guru meminta setiap kelompok pasangan menyebutkan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan perkaratan dan pembusukan.
d.      Melibatkan siswa secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
·      Siswa diberikan kesempatan untuk memberikan pendapatnya terhadap materi yang didiskusikan dan mengajukan pertanyaan tentang materi yang kurang dipahami.

2.      Elaborasi
a.       Membiasakan siswa membaca dan menulis yang beragam.
·      Siswa diminta menuliskan faktor-faktor penyebab perkaratan dan pembusukan.
b.      Memfasilitasi siswa melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain.
·     Guru membagi kelas kedalam kelompok–kelompok kecil yang berjumlah 4-5 anggota.
·      Tempat duduk diatur berkelompok agar siswa lebih leluasa dalam berdiskusi dengan kelompoknya serta tercipta suasana yang menyenangkan dan tidak kaku.
·      Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan kelompok.
c.       Memberi kesempatan berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah.
·      Bersama kelompok, siswa diminta berdiskusi tentang contoh-contoh perubahan pada benda (perkaratan dan pembusukan) dalam kehidupan sehari-hari serta cara untuk mencegahnya.
d.      Memfasilitasi siswa dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif.
·  Siswa diminta untuk selalu bekerjasama antar sesama anggota kelompok dalam berdiskusi sesuai dengan tugas yang diberikan.
e.       Memfasilitasi siswa berkompetisi secara sehat.
·      Siswa diminta untuk bersifat sportif, tidak mengganggu kelompok lain saat berdiskusi dan pengerjaan tugas.
·    Bersama kelompok siswa diminta untuk adu pendapat dengan kelompok lain mengenai masalah yang didiskusikan tanpa saling menjatuhkan.
f.       Memfasilitasi siswa menyajikan hasil kerja secara individu/kelompok.
·  Setiap kelompok diminta untuk menuliskan hasil diskusi kelompok dan hasil adu pendapat dengan kelompok lain pada selembar kertas.
g.      Memfasilitasi siswa membuat laporan eksplorasi baik individu/kelompok.
·   Siswa diminta membuat laporan mengenai contoh-contoh perubahan benda (perkaratan dan pembusukan) dalam kehidupan sehari-hari dan cara mencegah pekaratan dan pembusukan berdasarkan diskusi kelompok dan berdasarkan adu pendapat dengan kelompok lain yang telah dilakukan.
h.      Memfasilitasi siswa melakukan kegiatan yang menimbulkan kebahagiaan dan percaya diri.
·  Guru memberi motivasi kepada siswa agar bangga dan selalu percaya diri akan kemampuan yang dimilikinya.
·  Guru memotivasi siswa untuk selalu percaya diri dan berani dalam mengutarakan pendapatnya.
3.      Konfirmasi
a.  Guru memberikan umpan balik dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, hadiah atas keberhasilan siswa.
·      Guru memberikan ucapan selamat kepada kelompok yang hasil diskusi kelompoknya paling benar dan kelompok yang paling berani dalam mengutarakan pendapatnya dalam adu pendapat dengan kelompok lain, serta memberikan semangat kepada kelompok lain yang hasil diskusi dan keberanian dalam mengutarakan pendapatnya kurang maksimal.
b.      Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi.
·      Guru dan siswa bersama-sama menegaskan dan menyimpulkan tentang faktor-faktor perkaratan dan pembusukan, contoh-contoh perubahan pada benda (perkaratan dan pembusukan) dalam kehidupan sehari-hari dan cara mencegahnya.
c.  Memfasilitasi siswa melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang dilakukan.
·    Guru memberikan pertanyaan kepada siswa, mengapa kelompok...hasilnya baik dan kelompok...hasilnya kurang baik. Lalu siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan penyebabnya, sehingga kelompok yang hasilnya kurang baik dapat memperbaiki kekurangannya pada pembelajaran yang berikutnya.
·      Siswa diminta memberi pendapat tentang proses pembelajaran yang telah dilakukan. Apa sajakah kekurangan dari pembelajaran tersebut sehingga guru dapat memperbaiki proses pembelajaran agar lebih baik lagi.
d.      Memfasilitasi siswa memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar.
·    Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami tentang proses pelapukan pada benda.
· Guru membantu persoalan/kesulitan yang dihadapi siswa terutama tentang proses pelapukan pada benda.
·   Siswa diberi motivasi agar tidak pasif, percaya diri dan berani dalam mengutarakan pendapatnya pada saat kegiatan belajar mengajar.

D.    Kegiatan Penutup (15 menit)
1.      Bersama – sama dengan siswa / sendiri membuat rangkuman
v  Guru bersama – sama dengan siswa membuat rangkuman tentang faktor-faktor penyebab perkaratan dan pembusukan, contoh-contoh perubahan pada benda (perkaratan dan pembusukan) dalam kehidupan sehari-hari dan cara mencegahnya.
2.      Melakukan penilaian atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan
v  Siswa mengerjakan soal evaluasi.
3.      Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
v Guru menganalisis hasil evaluasi sebagai umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran.
4.      Merencanakan tindak lanjut dalam kegiatan remidi, perbaikan, pengayaan, memberikan tugas individu / sesuai hasil belajar siswa
v  Bagi siswa yang belum mencapai KKM wajib mengikuti perbaikan, sedangkan bagi siswa yang sudah mencapai KKM mengerjakan pengayaan.

V.               ALAT DAN SUMBER BELAJAR 
-        Buku SAINS Untuk Sekolah Dasar Kelas VI (Penerbit: Erlangga).
-        Paku yang masih baru
-              3 Gelas akua
-              2 Roti tawar
-              Air
VI.               PENILAIAN
1.      Teknik Penilaian
a.       Penilaian dalam proses (pengamatan)
b.      Klasikal Post Test
c.       Penugasan
2.      Jenis Tes
a.       Unjuk Kerja
b.      Tes tertulis
3.      Bentuk Tes
Ø  Pertemuan I
Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan jawaban yang benar !
1.    Fani memiliki dua kursi, yaitu kursi A dan kursi B. Kursi A diplitur sedangkan kursi B tidak diplitur.
a.       Manakah diantara kursi A dan kursi B yang mudah mengalami pelapukan ?
b.      Mengapa kursi A diplitur ?
2.      Mengapa patung Pangeran diponegoro yang ada di depan sekolah, mulai retak dan pecah ? Jelaskan proses yang terjadi pada patung Pangeran Diponegoro tersebut !
3.  Tembok belakang rumah Hasan ditumbuhi tumbuhan merambat dan terdapat lubang-lubang pada tembok. Apa yang terjadi pada tembok belakang rumah Hasan ?









Ø                     Lembar Kerja Siswa
Kelas VI

Mata Pelajaran               : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Tujuan                 : Setelah melakukan percobaan tentang perubahan pada benda (perkaratan dan pembusukan).
Hari/Tanggal                  :
Nama                            :

Langkah kerja               :
1)      Lakukan percobaan berikut :
a)      Percobaan I
·           Bahan          : 1 paku yang masih baru, gelas akua dan air.
·           Cara kerja   : a. Isi gelas akua dengan air hingga 1/4 bagian.
b.   Masukkan paku ke dalam air sehingga setengah bagian paku berada di atas permukaan.
c. Catatlah perubahan-perubahan pada paku seminggu kemuadian.

No.
Hari
Perubahan yang Terjadi
1.


2.


3.


4.


5.


6.


7.



b)      Percobaan II
·           Bahan              : 2 potong roti, dua gelas akua dan air.
·           Cara kerja   : a. Masukkan sepotong roti ke dalam masing-      masing gelas akua.
    b. Teteskan sedikit air ke dalam salah satu roti.
    c. Letakkan kedua gelas akua di tempat yang teduh.
    d. Amatilah roti tiap hari selama seminggu.
  e. Catatlah perubahan-perubahan pada roti setiap kali kamu melakukan pengamatan.

No.
Hari
Perubahan yang Terjadi
1.


2.


3.


4.


5.


6.


7.



    


Ø  Pertemuan II
Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan jawaban yang benar !
1.      Ibu membeli 3 kg buah anggur. Buah anggur A disimpan di dalam lemari es, buah anggur B disimpan dengan dibungkus kantong plastik, dan buah anggur C dibiarkan di atas meja. Menurut kamu dari  ketiga cara penyimpanan buah anggur itu, mana yang paling cepat ditumbuhi jamur ? Jelaskan alasanmu !.
2.     Pagar rumah Rizki yang terbuat dari besi dilapisi dengan cat, sedangkan pagar rumah Rino yang juga terbuat dari besi dibiarkan tanpa dilapisi apapun. Pagar rumah siapa yang tahan lama tidak mengalami perkaratan ? Jelaskan alasanmu !.




UJI KOMPETENSI

I.       Berilah tanda silang (c) pada huruf a, b, c, atau d di depan jawaban yang kamu anggap paling benar !

1.   





                                                                                                                      


1                      2                      3                      4                     
Keterangan :
-          Tabung 1 berisi air tawar atau air biasa.
-          Tabung 2 berisi air garam.
-          Tabung 3 tidak diisi air (kosong).
-          Tabung 4 berisi air gula.
Paku akan cepat berkarat jika dimasukkan pada tabung nomor... .
a.       1                   b.  2             c.  3                 d.  4
2.     Berikut ini benda yang dapat mengalami perkaratan, kecuali... .
a.       paku
b.      pisau
c.       gunting
d.      kursi
3.   Pelapukan dapat dibagi menjadi dua macam. Pelapukan yang disebabkan oleh makhluk hidup adalah... .
a.       fisika
b.      kimia
c.       biologi
d.      alami
4.    Hewan rayap dapat menyebabkan terjadinya... .
a.       pembusukan
b.      pelapukan
c.       perkaratan
d.      peretakan
5.  Yang bukan merupakan penyebab terjadinya pelapukan biologi adalah... .
a.       manusia
b.      pohon
c.       lumut
d.      rayap
6.   Pendinginan atau pemanasan merupakan cara untuk mencegah... .
a.       pelapukan
b.      pencemaran
c.       pembusukan
d.      perkaratan
7.     Bahan makanan mengalami pembusukan dikarenakan oleh... .
a.       air
b.      udara
c.       rayap
d.      jamur
8.   Berikut ini contoh makanan yang diawetkan adalah... .
a.       gudeg
b.      roti
c.       manisan
d.      nasi goreng
9.   Sepeda motor dan mobil senantiasa terkena air, baik ketika dicuci maupun ketika terjadi hujan. Hal tersebut menyebabkan motor dan mobil cepat mengalami... .
a.       Kerusakan
b.      Pembusukan
c.       Perkaratan
d.      Pelapukan
10. Ibu membeli pisang dan menyimpannya di dalam kulkas. Itu termasuk usaha untuk mencegah... .
a.       Pembusukan
b.      Perkaratan
c.       Pelapukan
d.      Perekatan

II.       Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang singkat dan benar !
1.      Pelapukan yang disebabkan karena faktor alam adalah... .
2.      Faktor penyebab perkaratan adalah...dan... .
3.      Pelapukan biologi disebabkan oleh faktor... .
4.      Menyimpan makanan ke dalam kulkas merupakan salah satu cara untuk mencegah... .
5.      Tanaman yang melekat pada kayu dapat menyebabkan... .
6.      Roti dapat mengalami pembusukan apabila disimpan di udara... .
7.      Batu merupakan benda yang dapat menngalami... .
8.      Angin atau air dapat menyebabkan pelapukan... .
9.      Logam merupakan benda yang dapat mengalami... .
10.  Garam dapur dan gula dapat digunakan untuk... .

III.    Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan benar !
      1.      Bagaimana cara untuk mencegah pembusukan ?
      Jawab :
2.      Sebutkan 3 logam yang dapat mengalami perkaratan !
     Jawab :  

                       3.      Sebutkan 3 makhluk hidup yang dapat menyebabkan pelapukan biologi !
                            Jawab :                        




4.      Bagaimana cara untuk mencegah perkaratan ?
      Jawab :
5.      Bagaimana cara untuk mencegah pelapukan ?
     Jawab : 
          4.      Kunci Jawaban
a.       Pilihan ganda


1.      a
2.      d
3.      c
4.      b
5.      a
6.      c
7.      d
8.      c
9.      c
10.  a



b.      Isian


1.      Pelapukan fisika
2.      Air dan udara
3.      Makhluk hidup
4.      Pembusukan
5.      Pelapukan
6.      Terbuka
7.      Pelapukan
8.      Fisika
9.      Perkaratan
10.  Mengawetkan makanan

c.       Uraian
1.      Pembusukan dapat dicegah dengan cara pendinginan atau pemanasan bahan makanan, serta pemberian bahan pengawet.
2.      Besi, baja, dan seng.
3.      Pohon, lumut, dan rayap.
4.      Cara untuk mencegah perkaratan dengan melapisi logam dengan cat khusus.
5.      Pelapukan dapat dicegah dengan cara merendam kayu atau melapisi kayu dengan cat atau bahan anti rayap.

5.      Pedoman penilaian
-Pilihan ganda           : B x 1 = 10
-Isian                        : B x 2 = 20
-Uraian                     : B x 2 = 20

Nilai                   : ( 10 + 20 + 20 ) x 2 = 100

VII.               TINDAK LANJUT
a.       Perbaikan
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang benar !
1.      Jelaskan terjadinya pelapukan batuan yang disebabkan oleh lumut !
2.      Sebutkan macam-macam perubahan benda !
3.      Jelaskan perbedaan paku yang masih baru dengan paku yang sudah berkarat !
b.      Pengayaan
     1.      Sebutkan dan jelaskan macam-macam pelapukan !
     2.      Bagaimana gejala-gejala yang dialami oleh orang keracunan ?
     3.      Apa penyebab terjadinya pembusukan pada bahan makanan ?



























LEMBAR PENGAMATAN

BentukPenilaian             : Unjuk Kerja
Mata Pelajaran              : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Kompetensi Dasar         : 5.1 Menjelaskan faktor-faktor penyebab perubahan benda (pelapukan, perkaratan, dan pembusukan) melalui pengamatan.
Kelas/Semester             : VI / 1
Hari/Tanggal                 :

No.
Nama
Aspek yang dinilai
Jumlah Skor
Nilai
Keberanian
Inisiatif
Kerjasama
1.






2.






3.






4.






5.






6.






7.






8.






9.






10.






11.






12.






13.






14.






15.






16.






17.






18.






19.






20.






21.






22.






23.






24.






25.






26.






27.






28.






29.






30.










             





































Indikator Penilaian :
5 = baik sekali
4 = baik
3 = cukup
2 = kurang
1 = kurang sekali
Nilai       : ( Skor perolehan : Skor maksimal ) x 100


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar