Total Tayangan Laman

Selasa, 17 April 2012

RPP Perbaikan


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan      : SDN Kutowinangun 01
Mata Pelajaran            : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Materi Pembelajaran   : Jenis-jenis Tanah
Kelas / Semester          : V / II
Alokasi Waktu            : 2 x 35 menit ( 2 jam pelajaran)

Model              : Group Investigation
Pendekatan     : Inquiry.
Strategi            : Deduktif
Metode            : Ceramah, diskusi, kerja kelompok.

A.      Standar Kompetensi.
Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam.
B.       Kompetensi Dasar.
Mengidentifikasi jenis-jenis tanah.
C.       Indikator.
Mengidentifikasi komposisi dan jenis-jenis tanah, misalnya : berpasir, tanah liat, dan humus.
D.      Tujuan Pembelajaran.
1.      Setelah mendengarkan penjelasan guru tentang pelapukan, siswa dapat menuliskan tiga jenis pelapukan.
2.      Setelah melakukan percobaan dan pengamatan terhadap tanah berpasir,tanah liat, tanah lempung, dan tanah humus, siswa dapat menyebutkan ciri-ciri tanah berpasir, tanah liat, tanah lempung, dan tanah humus.
E.       Karakter siswa yang diharapkan :
è Disiplin, rasa hormat dan perhatian, tekun, tanggung jawab dan ketelitian.
F.        Materi Pembelajaran.
Komposisi dan Jenis-jenis Tanah
Jenis tanah dapat berbeda dari satu tempat dengan tempat lainnya. Hal itu antara lain tergantung pada jenis batuan tempat tanah terbentuk. Berikut ini adalah jenis-jenis tanah yang akan kita pelajari hari ini.
1.      Tanah Berpasir.
Tanah berpasir mudah dilalui air. Tanah ini hanya mengandung sedikit bahan organik sehingga tanah ini tidak begitu subur. Bahan organik adalah zat yang berasal dari makhluk hidup. Tanah pasir adalah tanah yang bersifat kurang baik bagi pertanian yang terbentuk dari batuan beku serta batuan sedimen yang memiliki butir kasar dan berkerikil. Tanah berpasir banyak kita jumpai di daerah pesisir pantai. Tanah berpasir bisa dimanfaatkan untuk bahan bangunan.
2.      Tanah Berhumus.
Tanah ini berwarna gelap dan banyak mengandung humus. Humus berasal dari sisa-sisa tumbuhan. Tanah berhumus cenderung dapat menahan air. Tanah ini paling subur dibanding jenis tanah lain. Tanah berhumus banyak digunakan untuk lahan pertanian karena jenis tanah ini lebih subur dan tanaman mudah tumbuh dengan baik.
3.      Tanah Liat.
Tanah liat termasuk jenis tanah yang berat. Tanah ini sulit dilalui air. Jika basah, tanah ini sangat lengket dan elastis. Tanah liat ini biasanya dimanfaatkan untuk kerajinan tembikar, keramik, dan gerabah karena jenis tanah liat ini saling melekat satu sama lain dan dalam keadaan basah akan lengket. Tipe tanah pada tanah liat ini adalah butiran-butiran tanahnya sangat halus, susah menyerap air dan sulit ditumbuhi tumbuhan.
4.      Tanah Berkapur.
Tanah berkapur mengandung bebatuan. Tanah jenis ini sangat mudah dilalui air. Tanah berkapur mengandung sedikit sekali humus. Tanah kapur atau disebut juga tanah mediteran merupakan tanah yang terbentuk dari pelapukan bebatuan kapur.
Tanah kapur tidak memiliki unsur hara sama sekali sehingga tanah ini tidak subur. Walaupun demikian tanah ini masih bisa digunakan untuk pertanian yaitu, sebagai media penurun tingkat keasaman tanah menjadi netral dengan pemakaian yang sesuai. Walaupun tanah ini kurang subur, tetapi memiliki fungsi sangat strategis. Batuan kapur banyak dimanfaatkan manusia untuk bahan bangunan. Sebagai bahan bangunan kapur digunakan sebagai penimbun khususnya tanah kapur, sebagai pondasi bangunan khususnya batu kapur, untuk barang kerajinan dan keramik khusunya batu marmer dan sebagai bahan campuran adonan semen.
Kapur dalam tanah memiliki kandungan kalsium dan magnesium tanah. Hal ini terjadi karena keberadaan kedua unsur tersebut sering ditemukan berasosiasi dengan karbonat. Secara umum pemberian kapur ke tanah dapat mempengaruhi sifat fisik dan kimia tanah serta kegiatan jasad renik tanah. Bila ditinjau dari sudut kimia, maka tujuan pengapuran adalah menetralkan keasaman tanah. Perlu diketahui bahwa tanah yang memiliki kandungan kapur yang tinggi untuk menetralkan keasaman tanah, belum tentu tanah tersebut juga memiliki tingkat kesuburan yang tinggi. Bisa terjadi suatu kapur itu menjadi racun karena kapur menyerap unsur hara dari dalam tanah, dimana unsur hara tersebut dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhannya.
G.      Langkah-langkah Pembelajaran.
1.      Kegiatan Awal (15 menit)
Apersepsi dan Motivasi :
                           ·            Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
                           ·            Mengulang materi yang disampaikan pada pertemuan sebelumnya.
2.      Kegiatan Inti (50 menit).
Ø  Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru :
-          Menjelaskan jenis-jenis pelapukan dan penyebabnya.
-          Melibatkan peserta didik secara aktif dalam kegiatan pembelajaran.
Ø  Elaborasi.
Dalam kegiatan elaborasi, guru :
-          Tanya jawab dengan siswa mengenai jenis-jenis tanah berdasarkan komposisi penyusunannya.
§  Tanah berpasir.
§  Tanah liat.
§  Tanah lempung.
§  Tanah humus.
§  Tanah berkapur
-          Membagi siswa ke dalam kelompok @ 5 anak.
-          Memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan secara berkelompok.
-          Memfasilitasi siswa untuk membuat laporan secara berkelompok.
Ø  Konfirmasi.
-          Guru tanya jawab hal-hal yang belum diketahui oleh siswa.
-          Guru dan siswa membuat kesimpulan tentang materi yang baru saja dipelajari
3.      Kegiatan Akhir (15 menit).
Evaluasi dengan soal-soal yang telah dipersiapkan guru.
H.      Media Belajar :
Bahan       : Jenis-jenis tanah dan air.      
Alat          : Mangkok dan botol.
Sumber     : Buku Paket IPA SD kelas 5
I.         Alat Evaluasi.
a.       Bentuk Tes     : Tertulis
b.      JenisTes          : Pilihan ganda
  Uraian Panjang.



SOAL EVALUASI
A.      Berilah tanda silang (x) pada jawaban yang kamu anggap paling tepat !
1.      Pelapukan ada tiga macam yaitu pelapukan biologi, pelapukan kimia dan pelapukan fisika. Pelapukan biologi adalah pelapukan yang disebabkan oleh... .
a.       makhluk hidup
b.      zat kimia
c.       udara
d.      jasat renik
2.      Jenis tanah berbeda-beda antara daerah satu dengan daerah yang lain tergantung pada Jenis batuan tempat tanah terbentuk. Jenis tanah yang paling subur adalah... .
a.       tanah berpasir
b.      tanah humus
c.       tanah liat
d.      tanah berkapur
3.      Tanah berpasir mempunyai ciri khas yang  berbeda dengan tanah yang lain. Ciri yang paling menonjol dari tanah berpasir adalah... .
a.       butiran-butirannya kasar
b.      teksturnya halus
c.       sulit menyerap air
d.      berwarna hitam karena mengandung humus.
4.      Salah satu fungsi zat kapur yang ada pada tanah berkapur adalah... .
a.       sebagai penetral keasaman tanah
b.      sebagai penyubur tanah
c.       sebagai penyerap air
d.      sebagai penggembur tanah
5.      Tanah mempunyai berbagai manfaat dalam kehidupan manusia. Tanah liat banyak dimanfaatkan untuk... .
a.       pembuatan pupuk
b.      bahan bangunan
c.       lahan pertanian
d.      pembuatan keramik
6.      Jenis tanah yang paling sulit menyerap air adalah... .
a.       tanah berkapur
b.      tanah humus
c.       tanah liat
d.      tanah berpasir
7.      Tanah humus mempunyai banyak manfaat untuk lahan pertanian karena mengandung unsur hara. Yang dimaksud unsur hara adalah... .
a.       sisa-sisa tumbuhan yang membusuk
b.      bakteri pengurai yang ada dalam tanah
c.       cacing yang menggemburkan tanah
d.      oksigen yang ada dalam tanah.
8.      Tanah kapur merupakan tanah yang terbentuk dari pelapukan bebatuan kapur. Tanah kapur disebut juga... .
a.       tanah mediteran
b.      tanah pasir
c.       tanah lempung
d.      lumpur
9.      Tanah berpasir hanya mengandung sedikit bahan organik sehingga tanah ini tidak begitu subur. Bahan organik adalah zat yang berasal dari... .
a.       benda mati
b.      makhluk hidup
c.       zat hara
d.      air
10.  Tanah berkapur merupakan tanah yang tidak dapat ditanami tanaman. Hal ini dikarenakan... .
a.       Tidak mengandung unsur hara
b.      Tanahnya keras
c.       Tanahnya terlalu berair
d.      Tanahnya terlalu lembek


B.     Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar !
1.      Sebutkan 3 jenis pelapukan !
2.      Sebutkan 4 jenis tanah berdasarkan proses penyusunannya !
3.      Sebutkan sifat tanah berpasir !
4.      Tuliskan ciri-ciri tanah liat !
5.      Sebutkan ciri-ciri tanah berhumus !

C.    Kunci Jawaban :
A.    1.  A
2.  B
3.  A
4.  A
5.  D
6.  C
7.  A
8.  A
9.  B
10.  A


B.  1. Tiga jenis pelapukan :
a.       Pelapukan fisika.
b.      Pelapukan kimia.
c.       Pelapukan biologi.
2.      Empat jenis tanah berdasarkan proses penyusunannya :
1.      Tanah berpasir.
2.      Tanah liat.
3.      Tanah humus.
4.      Tanah berkapur.
3.      Sifat tanah berpasir :
-          Ringan.
-          Mudah menyerap air.
-          Berupa butiran-butiran.
4.      Ciri-ciri tanah liat :
-          Sulit menyerap air.
-          Lengket.
-          Elastis jika basah.
5.      Ciri tanah humus :
-          Berwarna hitam.
-          Subur.
-          Banyak mengandung unsur hara.

J.       Tindak Lanjut
1.      Bagi siswa yang nilainya diatas 70, diberi pengayaan berupa mempersiapkan materi selanjutnya.
2.      Bagi siswa yang nilainya kurang dari 70, diberi tugas untuk merangkum materi komposisi dan jenis-jenis tanah agar nilainya bisa sesuai standar.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar