Total Tayangan Laman

Senin, 19 Maret 2012

Model Pembelajaran TGT


TUGAS STRATEGI PEMBELAJARAN
Nama         : Noviasih
NIM           : 292010089
Kelas          : RS10C

Model Pembelajaran             : Team Games Tournament (TGT)
Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerja sama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar.
TGT pada mulanya dikembangkan oleh Davied Devries dan Keith Edward, ini merupakan model pembelajaran pertama dari Johns Hopkins. Dalam model ini kelas terbagi dalam kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan 4-5 siswa, kemudian siswa akan bekerjasama dalam kelompok-kelompok kecilnya. TGT hampir sama dengan STAD dalam setiap hal kecuali satu, sebagai ganti kuis dan sistem skor perbaikan individu, TGT menggunakan turnamen permainan akademik. Dalam turnamen itu siswa bertanding mewakili timnya dengan anggota tim lain yang setara dalam kinerja akademik mereka yang lalu.
Nur dan Wikandari (2000) menjelaskan bahwa TGT telah digunakan dalam berbagai macam mata pelajaran, dan paling cocok digunakan untuk mengajar tujuan pembelajaran yang dirumuskan dengan tajam dengan satu jawaban benar, seperti perhitungan dan penerapan berciri matematika, dan fakta-fakta serta konsep IPA.
1.             Pendekatan Kelompok Kecil dalam Teams Games Tournament
Pendekatan yang digunakan dalam TGT adalah pendekatan secara kelompok yaitu dengan membentuk kelompok-kelompok kecil dalam pembelajaran. Pembentukan kelompok kecil akan membuat siswa semakin aktif dalam pembelajaran. Ciri dari pendekatan secara berkelompok dapat ditinjau dari segi.
a.       Tujuan Pengajaran dalam Kelompok Kecil
Tujuan pembelajaran dalam kelompok kecil yaitu :
·         Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah secara rasional.
·         Mengembangkan sikap sosial dan semangat bergotong royong.
·         Mendinamiskan kegiatan kelompok dalam beajar sehingga setiap kelompok merasa memiliki tanggung jawab.
·         Mengembangkan kemampuan kepemimpinan dalam kelompok tersebut (Dimyati dan Mundjiono, 2006).
b.      Siswa dalam Pembelajaran Kelompok Kecil
Agar kelompok kecil dapat berperan konstruktif dan produkrif dalam pembelajaran diharapkan :
·         Anggota kelompok sadar diri menjadi anggota kelompok.
·         Siswa sebagai anggota kelompok memiliki rasa tanggung jawab.
·         Setiap anggota kelompok membina hubungan yang baik dan mendorong tmbulnya semangat tim.
·         Kelompok mewujudkan suatu kerja yang kompak (Dimyati dan Mundjiono, 2006).
c.       Guru dalam Pembelajaran Kelompok
Peranan guru dalam pembelajaran kelompok yaitu :
·         Pembentukan kelompok,
·         Perencanaan tugas kelompok,
·         Pelaksanaan, dan
·         Evaluasi hasil belajar kelompok.

 Ada 5 komponen utama dalam TGT, yaitu :
1.      Penyajian kelas
Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah, diskusi yang dipimpin guru. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru, karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok.

2.      Kelompok ( team )
Kelompok biasanya terdiri dari 4-5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik, jenis kelamin dan atau etnik. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game.

3.      Game
Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dan penyajian kelas dan belajar kelompok. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Siswa memiliki kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai denga nomor itu. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan.

4.      Turnamen
Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I, tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya.

5.      Team recognize ( penghargaan kelompok )
Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang, masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Team mendapatkan julukan “Super Team” jika rata-rata skor 45 atau lebih, “Great Team” apabila rata-rata mencapai 40-45 dan “Good Team” apabila rata-ratanya 30-40.


2.             Implementasi Model Pembelajaran TGT
Dalam pengimplementasian hal yang harus diperhatikan yaitu :
a.              Pembelajaran terpusat pada siswa.
b.             Proses pembelajaran dengan suasana berkompetisi.
c.              Pembelajaran bersifat aktif (siswa berlomba untuk dapat menyelesaikan persoalan).
d.             Pembelajaran diterapkan dengan mengelompokkan siswa menjadi tim-tim.
e.              Dalam kompetisi diterapkan sistem point.
f.              Dalam kompetisi disesuaikan dengan kemampuan siswa atau dikenal kesetaraan dalam kinerja akademik.
g.             Kemajuan kelompok dapat diikuti oleh seluruh kelas melalui jurnal kelas yang diterbitkan secara mingguan.
h.             Dalam pemberian bimbingan guru mengacu pada jurnal.
i.               Adanya sistem penghargaan bagi siswa yang memperoleh point banyak.


                             http://ekocin.wordpress.com/2011/06/17/model-pembelajaran-teams-games-tournaments-tgt-2/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar